Jumat, 24 Maret 2017
TABAYYUN SETELAH SIDANG KE-15 KASUS PENODAAN AGAMA
Kamis, 23 Maret 2017
BHAKTI SOSIAL ~ Satkoryon Banser Panggul
BEDAH RUMAH ~ Satkoryon Banser Dongko
Belajar dari Tiga Binatang yang Disebut Al-Qur'an
قَالَ اللهُ تَعَالَى : بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Khutbah II
NU Care dan Kebangkitan Gerakan Filantropi Nahdliyin
Lelaki Saleh dan Musibah yang Membawa Berkah
SANAD ILMU FIKIH NAHDLATUL ULAMA
GP Ansor Jatim Gelar Tahlil 7 Hari Wafatnya Kiai Hasyim
Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur menggelar Tahlil Kubro 7 hari wafatnya mantan Ketua PW GP Ansor Jatim dan Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi yang dilaksanakan Rabu, 22 Maret 2017 di Aula Kantor PWNU Jatim.
Ketua PW Ansor Jatim, H Rudi Triwahid, mengatakan, bagi Ansor, KH Hasyim Muzadi bukan saja sebagai mantan Ketua Umum PBNU dan senior di Ansor Jatim, tapi almarhum adalah tokoh besar yang menjadi tauladan bagi warga nadliyin.
”Beliau merupakan ulama Indonesia yang sepak terjangnya diakui dunia internasional yang dimiliki oleh NU Jatim. Keluarga besar Ansor sangat kehilangan beliau,” tutur Rudi, Selasa (21/3/2017).
Pria yang akrab dipanggil Gus Rudi itu mengatakan, sebagai penghormatan kepada almarhum, Ansor Jatim sudah menginstruksikan kepada kader Ansor dan Banser untuk menggelar salat ghaib dan tahlil selama 7 hari untuk mendoakan almarhum KH Hasyim Muzadi.
“Rabu (22/3), Ansor Jatim akan gelar Tahlil Kubro yang diawali Khataman Aquran, bersamaan dengan 7 hari wafatnya beliau,” tandas Ketua Ansor Jatim.
Kiai Hasyim, begitu ia akrab disapa, menempuh jalur pendidikan dasarnya di Madrasah Ibtidaiyah di Tuban pada tahun 1950, dan menuntaskan pendidikan tingginya di Institut Agama Islam Negeri IAIN Malang, Jawa Timur pada tahun 1969.
Pria yang lahir di Tuban pada tahun 1944 ini, nampaknya memang terlahir untuk mengabdi di Jawa Timur. Sederet aktivitas organisasinya ia lakoni juga di daerah basis NU terbesar ini.
Kiprah organisasinya mulai dikenal ketika pada 1983 mendapatkan amanat sebagai Ketua PW GP Ansor Jawa Timur sampai tahun 1987. Tahun 1992, beliau terpilih menjadi Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur yang terbukti mampu menjadi tangga kepemimpinan bagi kiai Hasyim untuk menjadi Ketua umum PBNU tahun 1999-2009.
Ada pelajaran penting yang bisa diambil dalam kiprahnya ber-NU, yaitu polanya dalam berkiprah di NU dari tingkat pengurus ranting sampai menjadi ketua umum PBNU.
“Beliau sosok tokoh NU yang khatam organisasi NU dari tingkat Ranting sampai PBNU,” pungkas Rudi Triwahid. (ifk.ansorjatim)
via https://duta.co/dihadiri-ketua-umum-gp-ansor-jatim-gelar-tahlil-7-hari-wafatnya-kiai-hasyim/
Warga Trenggalek Keluhkan Kerusakan Jalan
Trenggalek - Kondisi sejumlah ruas jalan kabupaten di Trenggalek rusak parah. Akibatnya sering terjadi kecelakaan lalu lintas, hingga merenggut korban jiwa.
Salah satu jalan yang mengalami kerusakan parah adalah ruas Gandusari-Kedunglurah di Kecamatan Gandusari dan Pogalan, lubang jalan tersebar secara sporadis di sepanjang sembilan kilometer.
Menurut salah seorang warga, Sulaiman, kerusakan jalan mulai terjadi sejak bulan November 2016 lalu. Namun hingga kini belum ada penanganan yang maksimal dari pemerintah kabupaten.
"Perbaikan hanya dilakukan dua kali dengan cara tambal sulam, yang pertama ditambal dengan aspal, sedangkan perbaikan kedua dilakukan dengan dipasangi batu," katanya kepada sejumlah wartawan.
Lanjut dia, banyaknya lubang jalan sering menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas, bahkan beberapa korban mengalami luka berat hingga meninggal dunia. Kejadian kecelakaan biasanya terjadi pada malam hari dan setelah terjadi hujan.
"Yang sering menjadi korban itu adalah pengendara dari luar wilayah sini, karena tidak hafal dengan kondisi jalan. Bahkan sekitar satu minggu yang lalu ada mobil yang masuk selokah gara-gara menghindari lubang," ujarnya.
Sulaiman berharap, pemerintah daerah segera melakukan melakukan perbaikan total, sehingga bisa meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas, serta mempermudah akses ekonomi masyarakat.
Sementara itu Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak membenarkan kerusakan tersebut. Menurutnya, rusaknya jalan justru diakibatkan oleh peralihan arus lalu lintas, pascarusaknya ruas jalan nasional.
"Sehingga banyak kendaraan yang menggunakan ruas jalan kabupaten. Terkait kondisi tersebut, kami sudah instruksikan ke dinas pekerjaan umum untuk proaktif dan melakukan langkah-langkah prefentif, jangan nunggu rusak berat," katanya.
Emil mengaku langkah penanganan dalam jangka pendek, pihaknya akan melakukan proses perbaikan sektoral dengan memanfaatkan anggaran perawatan rutin yang ada instansi terkait.
Selain ruas kabupaten, saat ini beberapa titik jalan nasional di Trenggalek juga mengalami kerusakan parah, diantaranya di ruas Ngetal, Kedungsigit dan perbatasan Trenggalek-Ponorogo. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah melakukan proses perbaikan.
Sumber : https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3454274/warga-trenggalek-keluhkan-kerusakan-jalan
FENOMENA AKHIR JAMAN
● _Banyak rumah semakin besar, tapi keluarganya semakin kecil._● _Gelar semakin tinggi, akal sehat semakin rendah_
● _Pengobatan semakin canggih, kesehatan semakin buruk._
● _Travelling keliling dunia, tapi tidak kenal dengan tetangga sendiri._
● _Penghasilan semakin meningkat, ketenteraman jiwa semakin berkurang._
● _Kualitas Ilmu semakin tinggi, kualitas emosi semakin rendah._
● _Jumlah Manusia semakin banyak, rasa kemanusiaan semakin menipis._
● _Pengetahuan semakin bagus, kearifan semakin berkurang._
● _Perselingkuhan semakin marak, kesetiaan semakin punah._
● _Semakin banyak teman di dunia maya, tapi tidak punya sahabat yang sejati._
● _Minuman semakin banyak jenisnya, air bersih semakin berkurang jumlahnya._
● _Pakai jam tangan mahal, tapi tak pernah tepat waktu._
● _Ilmu semakin tersebar, adab dan akhlak semakin lenyap_
● _Belajar semakin mudah, guru semakin tidak dihargai_
● _Teknologi Informasi semakin canggih, fitnah dan aib semakin tersebar._
● _Orang yang rendah ilmu banyak bicara, orang yang tinggi ilmu banyak terdiam._
● _Tontonan semakin banyak, tuntunan semakin berkurang...akhirnya tontonan jd tuntunan_









